Mengenal Perbedaan Menabung dan Investasi

Mengenal Perbedaan Menabung dan Investasi – saat ini sudah semakin banyak orang yang senang untuk melakukan investasi yang dapat memberikan banyak keuntungan dan jaminan untuk masa depan. Menabung dan berinvestasi merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menyimpan dana. Meski begitu, banyak orang yang belum mengerti dengan jelas bahwa menabung dan berinvestasi merupakan kegiatan yang berbeda. Apa kamu salah satunya?

Mengenal Perbedaan Menabung dan Investasi

1. Kemudahan dalam mengakses
Perbedaan mendassar yang pertama adalah kemudahan untuk mengakses dana tersebut. Saat menabung, kamu dapat mengakses tabungan kamu kapan pun dan di mana pun. Misalnya ketika kamu membutuhkan dana darurat, kamu dapat mengambil uang melalui ATM. Meski begitu, tentu ada batasan jumlah yang dapat diambil atau dicairkan sesuai dengan prosedur etftuning yang berlaku di masing-masing bank. Sementara saat kamu menginvestasikan sejumlah uang, kamu tidak dapat mengakses hasil investasi kamu sewaktu-waktu karena ada ketentuan periode pengambilan hasil investasi.

2. Risiko dan bunga
Berbicara mengenai risiko, menabung bisa dikatakan memiliki risiko yang sangat kecil karena sistem keamanan yang sudah cukup canggih dan tentu saja terpercaya. Apabila bank di mana kita menabung mengalami pencurian, kamu tidak perlu khawatir karena pihak bank pasti akan bertanggung jawab akan uang tabungan kita. Di samping itu, kamu hanya membayar biaya administrasi bulanan sesuai produk tabungan yang diambil. Besaran biaya administrasi tiap bank pun berbeda. Setiap nasabah dari bank tertentu juga pasti akan menikmati interest atau bunga tabungan tahunan yang ditambahkan pada rekening mereka masing-masing. Namun, kekurangannya jumlah bunga diberikan tentu saja tidak terlalu besar..

Dengan investasi, keuntungan yang ditawarkan jauh lebih besar daripada bunga tabungan. Modal yang ditanamkan dalam investasi tertentu akan terus bertambah nilainya dari waktu ke waktu sehingga kantong kekayaan kamu akan semakin bertambah.

Dalam dunia investasi, risiko dan imbalan memang berbanding lurus. Semakin tinggi imbalan hasil yang diperoleh maka semakin besar juga risiko yang akan ditanggung (high risk-high return). Bahkan ada kemungkinan juga dana investasi yang disetorkan akan hilang total karena kekalahan dengan investor lain, misalnya dalam investasi saham.

3. Bentuk atau produk
Produk tabungan pada umumnya berupa uang yang disimpan di bank sebagai tabungan atau deposito. Sedangkan dalam investasi terdapat beberapa bentuk. Pada umumnya, ada dua bentuk yaitu investasi melalui aset riil yang dapat kita lihat bentuk fisiknya seperti emas (logam mulia), rumah dan tanah (properti). Lalu, ada juga investasi dalam bentuk keuangan yang dilakukan melalui berbagai produk pasar modal seperti reksa dana, saham, dan obligasi.

Mengenal Jenis Ular Laut di Indonesia

Mengenal Jenis Ular Laut di Indonesia – Saat ini sudah semakin banyak jenis hewan yang bisa dengan sangat mudah kita temui di sekeliling kita. Salah satu jenis hewan yang sering di temui di sawah ataupun di hutan adalah ular. Jenis ular laut di Indonesia memang sering kali membuat orang bertanya-tanya mengenai hewan yang hidup di air ini. Banyak juga yang penasaran apakah makhluk laut ini sama berbahayanya dengan ular yang ada di darat.

Mengenal Jenis Ular Laut di Indonesia

1. Acrochordus granulatus
Jenis ular laut di Indonesia yang ada di perairan adalah spesies acrochordus granulatus yang memiliki bentuk badan layaknya ular mysafecamnola bisa dengan corak hitam berbentuk segitiga yang ada di sepanjang tubuhnya.
Ciri fisik pada ular laut aarochordus granulatus adalah kepalanya yang lebih kecil dari ukuran badannya serta memiliki ekor yang lancip. Badan dari salah satu jenis ular laut ini berwarna coklat muda dan berukuran sekitar 60 cm. Ular laut acrochordus granulatus masuk dalam keluarga Acrochordidae dan genus Acrochordus.

2. Laticauda sp.
Jenis ular laut di Indonesia bernama Laticuda sp. ini merupakan spesies dengan ciri fisik berekor pipih. Dengan bentuk ekor seperti ini, membantu mereka untuk berenang lebih cepat. Ciri lain ular jenis ini adalah bersisik kecil, kasar, serta bercorak belang.
Ukuran panjang tubuh dari ular laut ini ialah sekitar kurang lebih 142 cm. Ularlaut Laticuda sp. senang memangsa belut. Spesies ini juga masuk ke dalam hewan amfibi yang dapat ditemukan pada laut tropis dangkal, terumbu karang, dan rawa bakau yang memiliki kedalaman maksimum 10 meter. Laticauda sp. sendiri masuk ke dalam famili Elapidae yang terkenal memiliki racun.
Mengutip majalah ilmiah berjudul Pewarta Oseana (1979) oleh Aznam Aziz, perairan Indonesia memiliki setidaknya 35 jenis ular laut.

Di antara puluhan jenis ulat laut di Indonesia tersebut, dilaporkan enam di antaranya pernah menyebabkan kematian. Keenam ular tersebut ialah:

  • Enthydrina schitosa
  • Hydrophis cyanocinctus
  • Hydrophis spiralis
  • Pelamys platurus
  • Thalassophina viperina
  • Thalassophis anomalus.

Jenis ular laut berbisa dimasukkan dalam kelompok proteroglypha yang memiliki gigi rahang besar, beralur, dan terhubung langsung dengan kelenjar bisa. Daya racun dari ular laut cukup kuat, ketimbang ular yang ada di darat.
Yang mengejutkannya lagi, jenis dua ular laut, yakni Pelamys platurus dan Hydrophis cyanocinctus memiliki daya racun setingkat ular cobra naja-naja. Sementara, jenis ular bernama Enthydrina valukadyn memiliki daya racun 10-20 kali lebih kuat dari ular cobra.

Inilah Cara Mengobati Bisul Menggunakan Bahan Alami

Inilah Cara Mengobati Bisul Menggunakan Bahan Alami – Saat ini sudah semakin banyak penyakit yang dapat membuat kita menjadi pusing bagaimana cara untuk mengobatinya. Bisul di kulit dapat menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman. Terdapat sejumlah cara obati bisul dengan bahan alami yang mudah didapatkan. Bahan alami ini dapat menjadi pertolongan pertama untuk menangani bisul yang muncul.
Bisul biasanya berkembang di daerah yang mengalami gesekan atau tekanan wajah, ketiak, selangkangan, bahu, dan pantat. Bisul mulai terbentuk dengan benjolan merah yang berisi nanah. Sebagian besar bisul pecah, mengering, dan sembuh dalam waktu 2 hari hingga 3 minggu setelah terbentuk.

Inilah Cara Mengobati Bisul Menggunakan Bahan Alami

Tea Tree Oil

Minyak pohon teh alias tea tree oil memiliki sifat antiseptik dan antibakteri yang kuat. Minyak esensial ini bisa mengobati diseases infeksi bakteri penyebab bisul. Campurkan tea tree oil yang sudah diencerkan dengan kapas. Oleskan kapas ke bisul 2-3 kali sehari. Lakukan ini setiap hari hingga bisul sembuh.

Kunyit dan Jahe

Kunyit dan jahe direbus bersama dengan waslap bersih dalam air garam. Didihkan selama 5-10 setiap hari. Setelah itu, aplikasikan waslap ke bisul Anda. Kunyit dikenal punya sifat anti-inflamasi serta antibakteri, yang bisa membantu mengatasi keluhan bisul Anda dengan cepat.

Bawang Merah

Obat bisul alami berikutnya adalah bawang merah. Iris agak tebal bawang merah, lalu bungkus dengan kain kasa halus. Letakkan kain kasa di atas bisul atau luka selama satu jam sekali, dalam dua kali dalam sehari.

Garam Epsom

Garam jenis ini dikenal punya kemampuan dalam mengobati bisul. Garam epsom bisa membantu mengeringkan nanah sehingga bisul mengering. Larutkan garam Epsom bersama air hangat. Kemudian, rendam kain halus di dalamnya. Oleskan kompres ke bisul selama beberapa saat. Lakukan ini setidaknya tiga kali sehari hingga bisul sembuh.

Minyak Neem

Cara alami mengobati bisul lainnya adalah dengan minyak neem atau lilac India. Minyak ini punya sifat antibakteri, antimikroba, plus antiseptik yang bermanfaat untuk membantu mengatasi infeksi kulit, termasuk bisul, dengan cepat. Caranya, oleskan minyak neem ke bisul 3-4 kali sehari. Pastikan Anda mencuci tangan sebelum dan sesudah mengaplikasikannya.

Kompres air hangat

Kompres bisul dengan air bersuhu hangat selama 10-15 menit. Lakukan 3-4 kali sehari. Proses ini dapat mempercepat proses pengeringan alami. Suhu yang hangat membantu meningkatkan tekanan di pori-pori yang terinfeksi sehingga dapat menarik nanah dan darah ke permukaan kulit.

Ketahuilah Manfaat Buah Kola untuk Kesehatan

Ketahuilah Manfaat Buah Kola untuk Kesehatan РSaat ini sudah semakin banyak orang yang ingin menjaga kesehatan diri sendiri. Salah satu cara yang mudah untuk dilakukan adalah dengan mengkonsumsi makanan atau buah yang bergizi.  Buah kola merupakan campuran yang digunakan dalam pembuatan minuman berkarbonasi. Buah kola berasal dari pohon kola (Cola acuminata dan Cola nitida), biasa di temukan di Afrika Barat ataupun Afrika Tengah. Buah kola memiliki dua hingga lima kacang kola di dalamnya.

Kacang kola rasanya pahit saat dikunyah. Namun, di balik rasanya yang pahit, kola pahit atau Garcinia kola mengandung banyak nutrisi fruits karena kaya akan lemak, protein, karbohidrat, vitamin C, kalsium, kalium, zat besi, dan kafein.

Ketahuilah Manfaat Buah Kola untuk Kesehatan

1. Dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan pencernaan
Mengonsumsi kacang kola dapat mendongkrak tingkat energi karena kandungannya dapat merangsang sistem saraf pusat yang meningkatkan kewaspadaan dan energi. Kandungan antioksidan yang tinggi dalam kola juga penting untuk melawan radikal bebas. Karenanya, kola dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan radikal bebas yang diproduksi tubuh maupun dari lingkungan seperti sinar ultraviolet (UV), polusi udara, asap tembakau, dan lain sebagainya. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat dapat mencegah berbagai penyakit.

Kola dapat meningkatkan metabolisme dan membantu sistem pencernaan.

Kacang kola juga mengandung kafein, sehingga dapat meningkatkan metabolisme.

Sementara itu, bubuk dan ekstrak kacang kola juga dapat membantu pencernaan karena bisa meningkatkan produksi asam lambung, yang mana ini meningkatkan efektivitas enzim pencernaan di perut.

2. Kacang kola dapat meredakan gejala osteoartritis
Osteoartritis merupakan jenis radang sendi yang dapat menyebabkan berbagai gejala seperti rasa tidak nyaman dan melemahnya sendi. Kemudian, degenerasi tulang rawan sendi dan tulang di bawahnya juga dapat menyebabkan rasa sakit dan kaku, terutama di daerah sendi pinggul, ibu jari, dan lutut. Penyakit ini dapat disebabkan oleh cedera sendi, obesitas, faktor keturunan, atau karena penuaan.

Sebuah penelitian dalam Journal of Orthopaedic Surgery and Research tahun 2008 menguji kola pahit terhadap pasien dengan osteoartritis di lutut mereka.

Hasilnya, mengonsumsi kola pahit dapat secara signifikan mengurangi peradangan dan rasa sakit akibat osteoartritis. Ini mungkin berkat tingginya kadar potasium atau kalium dalam kola pahit, sehingga sangat baik dalam mengurangi peradangan. Tak hanya itu, tanaman ini juga bisa meningkatkan gerakan sendi pada pasien.

3. Kola dapat memiliki sifat antibakteri
Berdasarkan beberapa penelitian, kola dapat memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian dalam Science Journal of Microbiology tahun 2013 menyebutkan bahwa biji atau kacang dan daun kola pahit memiliki sifat antibakteri, dikatakan mampu menghambat pertumbuhan berbagai mikroorganisme atau bakteri penyebab penyakit seperti Staphylococcus aureus, Streptococcus Pyogenes, Salmonella typhi, dan Escherichia coli.

Laporan penelitian tersebut juga menyebut bahwa adanya aktivitas antibakteri ini bersumber dari komponen bioaktif seperti tanin dan saponin yang terkandung dalam ekstrak kola.

Studi lainnya dalam Journal of Biosciences and Medicines tahun 2014 juga menunjukkan temuan yang serupa. Dalam penelitian ini, kola terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri Proteus vulgans dan Streptococcus anginosus. Kola juga punya potensi untuk digunakan dalam kemoterapi dan memiliki sifat antibakteri yang dapat bermanfaat terhadap odontopatogen.

4. Dapat meningkatkan fungsi paru-paru dan jantung
Studi terhadap tikus dalam The Internet Journal of Pulmonary Medicine tahun 2008 menyatakan, kola pahit memiliki efek positif terhadap paru-paru karena dapat meningkatkan tingkat ventilasi. Kemudian, ekstrak tanaman kola juga dapat memiliki beberapa efek perlindungan dari beberapa gangguan pernapasan, termasuk asma.

Kandungan kafein dan teobromin dalam kacang kola juga dapat mempercepat detak jantung, sehingga dapat meningkatkan sirkulasi jantung.